BREAKING NEWS

Selebriti

International

Olahraga

IKLAN

IKLAN

Peristiwa

Politik

Berita Bangunan

Megapolitan

Bangunan

  • A boat with beautiful sunset.
  • Tree in field with blue sky.
  • Amaizing sunrise moment

Gilang Ramadhan Drummer Terbaik di Indonesia


Jakarta detif com
 Gilang Ramadhan lahir di Bandung, 30 Mei 1963 adalah drummer senior indonesia, Gilang Ramadhan adalah satu-satunya drummer Indonesia yang di sponsori oleh Zildjian, perusahaan symbal dari United States of America sejak tahun 1992 sampai sekarang. Perusahaan drum terbesar dari Jepang yaitu Yamaha, juga memberikan kepercayaan padanya. Gilang Ramadhan merupakan artis dari BMG music, REMO U.S.A, dan AKG Austria. Gilang juga mengoleksi berbagai alat musik tradisional seperti Gendang Bali, Gendang Sunda, Rebana, Tifa, serta jenis alat tetabuhan tradisional Indonesia lainnya. Tak hanya mengoleksi, gilang juga mempelajari sifat dan warna tiap alat musik tersebut.

Megawati Tegakan Kepala Daerah Terpilih Adalah Petugas Partai

Jakarta detif com

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri memberikan pengarahan pada kadernya yang akan menjadi calon kepala daerah dan wakil kepala daerah di Wisma Kinasih, Tapos, Depok. Dalam sambutannya, Mega memberikan pandangan bagaimana menjadi seorang pemimpin di hadapan ratusan kader.

Selain kader, hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah pengamat seperti J Kristiadi dan Eep Saefullah Patah. Dalam kesempatan itu pun Mega sempat menyindir pengamat yang dianggap ada yang tidak netral.

Menurutnya, ada beberapa pengamat yang bernuansa miring. "Pengamat itu harusnya netral. Tapi kadang ada yang nuansanya miring sana miring sini," kata Mega saat sambutan di Sekolah Partai dengan tema Berjuang Untuk Kesejahteraan Rakyat, Selasa (30/8).

Sindiran selanjutnya adalah ketika Mega menyinggung masalah Presiden yang sempat disebut sebagai petugas partai. Mega mengingatkan agar para kader PDIP yang terpilih mengemban tugas sebagai petugas partai. Kemudian kader itu akan mengemban tugas dengan jabatan tertentu mulai dari gubernur, wali kota ataupun kabupaten.

"Bagi kami PDIP itu adalah kader yang dipilih dan terpilih untuk menjalankan tugas yang diberikan oleh partai sebagai petugas partai dengan jabatan A, B, C dan D. Enggak mau terima silakan keluar, itu aturan partai jadi jangan gebyak uyah. Pengamat sering gebyak uyah," sindirnya lagi.

Sindiran lainnya, pengamat sering mengomentari tanpa adanya kroscek kepada yang bersangkutan terlebih dahulu. Mereka dianggap sering menulis tanpa konfirmasi pada yang dikomentari.

"Pengamat juga enggak berdemokrasi, masa main tulis enggak nanya dulu sama kita. Setelah ini saya mau dibully silakan," ucap Mega.

Sindiran lainnya diungkapkan Mega ketika menyinggung soal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya, pengamat mengapa hanya diam soal korupsi.(sumber Merdeka)

Syahrul Limpo Pesan Jangan Partai Dipakai Dagang

Jakarta detif com
Ketua Umum Golkar Setya Novanto (Setnov) mencopot Syahrul Yasin Limpo sebagai Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan. Untuk sementara, Nurdin Halid ditunjuk sebagai pelaksana tugas untuk menggantikan tugas-tugas Syahrul.

Syahrul yang juga Gubernur Sulsel ini mengaku happy-happy saja dicopot. Dia hanya menitip pesan untuk partai yang sempat dipegangnya dua periode itu.

"Yang penting adalah Partai Golkar tetap jalan dengan baik dan bisa berfungsi untuk rakyat. Jangan partai ini dipakai dagang-dagang, dipakai lobi-lobi," kata Syahrul saat ditanya awak media di kantor Gubernur Sulsel, Selasa, (30/8).

Dia menilai, dirinya pengabdi kepada negara, pengabdi kepada rakyat dan kepada partai. Oleh karenanya, kata Syahrul, jika semangatnya adalah mengabdi berarti jabatan itu bukan sesuatu yang penting.

"Saya berharap Partai Golkar yang ada tetap solid supaya jadi contoh. Lakukan demokrasi dengan baik," tutur mantan calon ketum Golkar yang berseteru dengan Setya Novanto di Munaslub Golkar.

Sementara Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Mohammad Roem saat ditemui di sekretariat Golkar Sulsel di jl Botolempangang, Selasa siang, (30/8) membenarkan pengalihan kendali ketua DPD I Partai Golkar Sulsel ini ke Nurdin Halid.

"Ini mendadak. Mestinya Pak Nurdin Halid hari ini ke Maluku Utara tapi Surat Keputusan penunjukan pelaksana tugas dari DPP Partai Golkar ini lebih penting untuk disampaikan ke Pak Syahrul," ujarnya.(Sumber Merdeka)
 
Copyright © 2013 detifmediaonline
Shared by klikmediakrasiPowered byweb development